Resolusi 2024


Time Traveling

Wahai Pembaca Budiman sekalian, izinkanlah aku menceritakan sedikit pengalaman yang sangat aneh, katakanlah agak menyeramkan. Kejadiannya sekitar beberapa hari yang lalu, jam menunjukkan pukul 23.55 WIB saat itu. Suasana memang rada dingin dan mencekam. Tiba-tiba, panggilan alam memaksaku pergi ke kamar mandi. Ya, mau tidak mau aku pun menanggapi panggilan alam tersebut.

Tidak lama aku berkutat di kamar mandi, aku pun keluar. Namun, hal di luar nayla pun terjadi. Begitu aku lihat tanggal di HP, sudah tidak lagi tahun 2023 melainkan tahun 2024! Itu artinya aku di kamar mandi selama setahun! Itu sangat aduhai! Atau teori lain adalah ... kamar mandiku merupakan portal mesin waktu menuju masa depan

WOW, WOW, WOW, Ini pertama kalinya aku mengalami fenomena Sci-fi di dunia nyata. Mungkinkah aku ini sebenarnya tokoh utama cewek Mary Sue dari sebuah cerita planet-planetan yang isinya cowok-cowok setamvan Dewa Yunani, dan mereka semua mencintaiku, dan rela mati untukku?

Mungkin saja, yakan! Jadi ... aku memberi salam untuk kalian semua dari masa depan!

Reaksi Kalian ....

Tapi serius, aku ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU untuk kita semua, termasuk Bumi tercinta ini (Bukan serial Bumi). Semoga saat ini kalian tengah menikmati mimpi-mimpi serta tujuan yang kalian harapkan tahun lalu. Kalaupun belum, jangan khawatir, masih ada tahun ini, tahun depan, tahun depannya, dan depannya lagi.

Marilah kita berdoa kepada Tuhan supaya kita berserta orang-orang yang kita cintai berumur panjang.

Omong-omong masalah umur, perayaan tahun baru selalu membahagiakan bagi mereka yang lahir di bulan Januari, tapi memilukan bagi orang-orang yang lahir di bulan Desember. Ulang tahun mereka harus nunggu setahun lagi, Coy! Kasian deh, lo! (digampar).

Eits, tapi janganlah kalian bersedih, wahai manusia-manusia bulan Desember. Tidak butuh waktu lama bagi kita untuk sampai ke bulan Desember lagi, aku jamin itu! 2023 saja rasanya baru sedetik yang lalu, aku berkedip sekali aja kok sudah 2024 lagi, Bruuh!

Menyambut tahun baru yang meriah, tentunya harapan dan tujuan baru pun terbentuk kembali. Memperbaiki yang lalu, atau malah meningkatkan pencapaian lalu. Keduanya penting, keduanya pantas diperjuangkan. Impy Island pun punya beberapa tujuan, katakanlah resolusi untuk tahun 2024 ini.

Pinisirin? Langsung saja kita tengok.

1. Kenyamanan Numbero Uno

Konon, Impy Island terkenal dengan kepiawaiannya dalam menyiksa diri, membaca novel-novel brekele sehingga bisa menciptakan review-review julid idaman Pembaca Budiman. Namun, pertambahan usia membuat semangat Impy dalam menyiksa diri semakin menciut. Bahkan nama sebesar Pac Tere 'Tell' Liye pun tak mampu membangkitkan semangat tersebut.

Di tahun ini mungkin aku hanya akan membaca buku-buku yang memang aku nikmati prosesnya, meskipun review yang dihasilkan pasti berisi memuja-muji dan membosankan bagi sebagian pembaca. Sejujurnya, aku merindukan kenyamanan saat membaca buku. Sudah lama aku tidak jatuh cinta pada sebuah cerita.

Aku ingin tahun ini merasakan jatuh cinta lagi pada sebuah novel atau serial, seperti yang kurasakan dulu pada novel The Sisters Grimm, A Man Called Ove, Percy Jackson, dan lain sebagainya. Pasti banyak vase DNF dalam proses ini, sebab aku tipe pembaca yang menilai buku dari sampul. Dan kalian tahu sebagus apa sampul novel zaman now, kalau dibandingkan isinya.

Bukan berarti aku akan berhenti membuat review-review julid. Hey, aku pun menyukai konten seperti itu, h3h3 ... Aku cuma tidak mau memaksakan diri. Aku juga ingin jatuh cinta lagi pada sebuah buku secara autentik dan alamiah (gatau juga apa maksudnya)

2. No Beli, Yes Pinjam!

Seperti yang kalian tahu, saat ini pekerjaanku adalah Perpustakawan Sexy di sebuah SMA Swasta. Harus kukatakan perpustakaan sekolah ini lumayan brekele, sebab tidak mempunyai koleksi novel-novel remaja sama sekali. Sekalinya ada, novel remaja itu terbitan tahun 70 atau 80an. Kertasnya sudah kuning kecokelatan, bahasa yang dipakai masih wadidaw, sebab belum ada revisi KBBI maupun PUEBI.

Namun, semua berubah saat aku mengusulkan anak-anak menyumbang buku untuk remedial. Buku bekas saja, tidak perlu baru, yang penting masih dalam kondisi bagus. Jumlah novel dan komik pun akhirnya membludak sampai tidak muat satu rak. Kalian tidak akan mengerti bagaimana perasaanku saat itu. Mau nangid, coy!

Ada yang menyumbang novel Watpat sampai terjemahan, genre Teenlit sampai Detektif, dari yang tipis sampai super tebal. Semua itu adalah modal awalku untuk membuat review-review lebih banyak tanpa membeli satu buku pun. OH YEAH!

Bahkan novel-novel legendaris yang tadinya mustahil aku beli, sekarang teronggok manis di dalam rak, dan siap aku julidin kapan saja. Masalah utamanya sekarang adalah. KEMALASANKU!

3. Aku Mau Diriku yang Lama

Pepatah seringkali mengatakan "New year, new me", tapi untuk sekali saja, aku tidak mau diriku yang baru untuk tahun ini. Tidak saat aku tahu kalau diriku yang baru bukanlah diriku yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Sejujurnya, aku mau kembali ke diriku di tahun 2018. Tahun keemasanku dari berbagai aspek.

Mengingat-ingat masa lalu memang tidak baik, apa lagi kalau mengharapkannya kembali. Namun, mewujudkan semangat masa lalu itu ke masa kini rasanya bukan masalah, jadi itulah yang aku inginkan di tahun ini.

Kurangi kemageran, lebih sering membaca dan menulis, intinya lebih produktif dalam hobiku. Hal yang aku takutkan adalah meninggalkan hobi yang selama ini membuatku tetap waras. Saat hobi yang membuatku hidup tidak lagi menghidupkanku, lalu apa yang harus kulakukan? Mencari hobi baru? NO!

Makanya, tahun ini aku akan melihat semua catatanku di tahun 2018 dan mengingat-ingat apa yang membuat 2018 menjadi tahun terbaik untukku pribadi.

Penutup

Nah, resolusi sudah dibuat, dan ternyata tidak terlalu muluk-muluk juga ya, h3h3! Sekarang saatnya menyongsong resolusi tersebut dan menyongsong 2024 sebaik mungkin. Ransel hidup kita sekarang kosong, sepertiganya sudah diisi dengan harapan-harapan, sementara ruang kosong yang tersisa kita siapkan untuk hal-hal yang tidak terduga.

Bagaimana dengan pembaca budiman sekalian? Apakah resolusi kalian tahun ini? Lebih ambisius dari kemarin, atau malah pencapaian yang ringan-ringan?

Share resolusi kalian di komentar supaya kita bisa lebih intim ( ͡° ͜ʖ ͡°)

Sampai jumpa di review pertama di tahun 2024 nanti ^o^/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Matahari Minor

Aku Menyerah pada Serial Omen-nya Lexie Xu

Ily

Novel-novel Terkutuk (Mostly Watpat)

Peter Pan

Laut Bercerita

Mbah Rick Riordan Melanggar Semua Pakem dalam menulis POV1 (dan Tetap Bagus)