Impy's May Reading Recap


Tema Bulan Mei : "Ayoyo Dikitnyooo!"

Lihatlah Impy dengan segala keponggahannya di bulan April, membaca begitu banyak buku sampai pamer ke semua orang, mengatakan bahwa dirinya merupakan orang paling produktif di seluruh jagat raya. Sekarang, Neptunus memutarbalikkan nasibnya, membuatnya cuma membaca tiga buku dan salah satunya adalah KOMIK!

Namun, tahookah kalian, Pembaca Budiman? Neptunus bisa mengubahku menjadi ongol-ongol, dan aku akan tetap menjadi chill gorl, seperti resolusiku tahun ini! Sebenarnya, aku bisa membuat seribu alasan tentang mengapa aku cuma bisa membaca tiga buku di bulan Mei, tapi marilah kita jangan memperpanjang waktu yang sangat sedikit ini.

BERCYANDAAA!!! Tentu saja aku akan menceritakannya, Esperanza!

TBR-ku di bulan Mei sebenarnya sangat banyak. Aku mau membaca serial Middle Grade brjudul The Land of Stories. Aku mau mulai fokus pada seri Ther Melian. Aku mau membaca seri Winnie The Pooh. Namun, semua itu malah terabaikan karena kesibukanku di tempat kerja begitu intens, also ... PENYAKIT BRAINROT-KU KAMBUH LAGI!

Setiap pulang kerja, alih-alih membaca buku, aku malah scrolling selama 4-5 jam non-stop! Ini sudah melewati batas wajar! Bayangkan, aku sampai rumah sekitar pukul empat sore, dan persis setelah bokong ini menempel di dataran rata dan empuk (alias kasur), kedua tangan otomatis mengambil HP dan mulai scrolling video Yutub dan Instagrem.

Jadi ... mungkin aku memang butuh teguran berupa betapa sedikitnya bacaan bulan Mei sehingga tidak bisa terlalu banyak julid. Untuk selanjutnya, aku akan berusaha keras untuk tidak melakukan hal sia-sia semacam itu lagi. Nah, itulah tadi contoh kalimat komitmen yang pastinya akan dilanggar, xixixi (plak!).

SUDAH!!! Bulan ini Impy membaca apa saja? Mari kita tengok.

1. Ethel & Ernest


Penulis : Raymond Briggs

Penerbit : Knopf

Tahun Terbit : 1999

Tebal : 104 Halaman

Rating : 4 Bintang

Komik ini bisa ada dalam radarku, karena sebuah cuplikan animasi di Instagrem (ternyata ada hikmah dari doom scroll ini). Menggambarkan perkenalan antara pria dan wanita dari dua latar belakang berbeda, tapi takdir mempertemukan mereka dengan cara paling manis. Si wanita bernama Ethel, pelayan dari seorang lady terhormat di Inggris. Sedangkan si pria bernama Ernest hanya pengantar susu keliling.

Perkenalan mereka terjadi di jendela rumah lady tempat Ethel bekerja. Saat itu Ethel sedang membersihkan sapu tangan, kebetulan Ernest lewat mengendarai sepeda pengantar susu mengira Ethel sedang melambai ke arahnya. Maka ia melambai balik. Awalnya Ethel kebingungan, tapi besoknya dia kembali membersihkan sapu tangan di jendela dengan harapan bisa bertemu lagi dengan pria pengantar susu.

Perkenalan mereka sangat manis, cara Ernest melamar Ethel juga lucu. Untuk seterusnya, komik ini cuma menceritakan keseharian mereka sebagai suami-isri. Bagaimana keduanya menanggapi dunia dari dua sudut berbeda, sebab mereka punya pandangan berbanding terbalik tentang segala hal. Namun, mereka punya satu kesamaan, yaitu cinta. Awww!!!

Dengar ... kedua orang ini hidup di zaman perang. Mungkin sekitar 1930 atau 1940? (Lupa, ngab!). Jadi mereka seringkali membuat komen-komen kolot yang jelas akan kontroversial di zaman now. Terutama Ernest yang memang veteran perang, dan super nasionalis. Berbeda dari Ethel yang chill gorl. Tidak akan peduli politik selagi hal-hal buruk tidak mempengaruhi dia dan keluarganya secara langsung.

Mereka menghabiskan waktu bersama dari muda hingga usia senja. Tentu saja kita sebagai pembaca juga akan menjadi saksi saat mereka berpisah. Takdir mempertemukan mereka, takdir juga yang akan memisahkan mereka. Pertanyaannya, siapa yang akan pergi duluan? Apa alasan kepergian itu? Dan bagaimana yang ditinggalkan bisa menghadapi kesendirian tersebut. Dijamin kalian akan ihiks-ihiks saat membacanya.

Ternyata eh ternyata, komik ini merupakah semacam memoar yang dibuat oleh Raymond Briggs (si penulis) tentang orang tua belio. Sebagai wujud penghargaan, serta mengenang betapa ayah dan ibunya saling mencintai bahkan di saat-saat tersulit.

Komik ini tidak punya kisah yang meledak-ledak, tidak juga bisa dikatakan masterpiece dan dikenang sepanjang masa. Namun, kita semua suka kisah cinta abadi. Menua bersama di saat dunia semakin sesak. Ketika hidup tidak lagi masuk akal, siapa yang berada di sisi kita selain cinta sejati?

2. Na Willa : Serial Catatan Kemarin


Penulis : Reda Gaudiamo

Penerbit : Alkon

Tahun Terbit : 2012

Tebal : 122 Halaman

Rating : 3,7 Bintang

Beberapa waktu lalu sebuah film berjudul Na Willa menghebohkan masyarakat Indonesia. Film dengan tokoh anak kecil lucu. Kisahnya pasti wholesome, penuh khayalan, pokoknya rainbow and sunshine. Aku pun dibuat penasaran pada film tersebut, sampai suatu hari aku dapat kabar kalau film Na Willa adalah adaptasi buku. Maka jelas ... aku tidak akan menonton film-nya sebelum membaca bukunya! Itu janjiku pada Neptunus!

Maka aku membelinya ... dari Gugelbuk (bruuh). Dan harus kuwa-kuwi, ini adalah novel lucu dan unik yang mengangkat tokoh anak-anak. Meskipun, aku tidak akan memasukkan Na Willa ke dalam genre Middle Grade, karena kisah Na Willa ini lebih dikhususkan untuk pembaca dewasa, yang ingin memahami anak-anak. Kalian paham maksudku?

Hal-hal yang terjadi pada Na Willa normal terjadi pada orang dewasa, tapi kali ini terjadi pada anak-anak, maka dilihat dan ditaggapi dari sudut pandang anak-anak pula. Dari mulai diskriminasi, perundungan, kecelakaan, dan problem "dewasa" lainnya. Kemudian hadirlah juga tokoh seperti Mak yang berusaha keras menjelaskan segala hal pada Na Willa.

Na Willa sebaai tokoh utama juga loveable. Dia tidak yang terlampau baik, dia bisa jadi nakal juga keras kepala. Di sisi lain, dia punya empati tinggi, rasa ingin tahu yang besar, juga dermawan. Ada kisah lucu Na Willa bersama teman-temannya yang beraneka ragam, ada juga kisah tragis yang sangat traumatis untuk anak-anak.

Namun, ada juga kisah menyedihkan, seperti ketika Pak (ayah Na Willa) dinas ke luar kota sangat lama sampai Na Willa lupa padanya. Oh, my heart! My soul! Dengar ... aku belum punya anak, tapi membayangkan anakmu melupakan dirimu. Nooooo. Aku bahkan hampir menangis saat keponakanku menganggapku orang asing, karena dia lupa padaku. Akibat kami tidak bertemu selama beberapa bulan.

Intinya, kisah-kisah dalam buku ini lucu dan relateble, tokoh-tokoh berperan sebagaimana usia mereka, intisari cerita juga bagus untuk bahan renungan. Na Willa jelas novel yang sangat worth it untuk di baca. Dan sekarag aku harus menonton filmnya juga. HARUS!!!

3. Malam-malam Putih (White Nights)


Penulis : Fyodor Dostoevsky

Penerbit : Diva Press

Tahun Terbit : 2025

Tebal : 104 Halaman

Rating : 2,3 Bintang

Dari rating udah kebaca lah ya ... bahkan aku sampai memberi judul "Azab Seorang Nice Guy yang Gemar Yapping" untuk review khusus novela White Nights. Benar ... aku sudah membuat full review dari novela ini (WARNING JULID) yang bisa kalian baca di sini

Buku Terbaik Bulan Ini

Meskipun cuma tiga biji, tentu saja tetap harus ada best of the best untuk bulan Mei. Buku-buku yang kubaca bulan ini seharusnya bertema wholesome, dari mulai Ethel & Ernest juga Na Willa. Tapi eh tetapi nyempil satu novel semodel White Nights yang membuat semuanya kacau.

Maka dengan segala pertimbangan, aku memutuskan buku terbaik di bulan Mei adalah ... drum roll ... Na Willa : Serial Catatan Kemarin. YEEEYYY!!!


Wholesome, reletable, dan agak dark, membuat Na Willa bukan cuma cerita tentang keseharian anak kecil keturunan campuran Indonesia-Tiongkok, tapi juga pelajaran bahwa kita berasal dari bangsa yang sama, kita mencintai tanah air yang sama, maka kenapa harus ada perilaku berbeda? Kenapa harus ada prasangka dan praduga, benar, kan?

Nah, dengan diumumkannya Best Book of the Month, habislah sudah pertemuan kita di rekap bulan Mei. Kita akan bertemu lagi di rekap bulan Juni. Mari berharap Impy bisa membuatnya tepat waktu kali ini. Bukannya malah scrolling Yutub dan Instagrem teroos!!!

Sampai jumpa di hari lain ^o^/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Impy Hendak Pensiun dari Serial Bumi!? (Review : Hana Tara Hata)

Gajah Mada? More Like Gajah Duduk! (Review : MADA)

Novel "Pamungkas" Serial Bumi? Affah Iyah? (Review : Aldebaran Bagian 1)

Impy's January Reading Recap

Buku yang Sempurna ... Kata Orang-orang (Review : Laut Bercerita)

1001 Tips Ngeselin Ala Pacc TL (Review : Ily)