Impy's February Reading Recap


Tema Februari "Brekele"

My oh my ... Kegiatan membaca Impy di Bulan Februari begitu tidak produktif. Bayangkan saja, tempat kerjaku tiba-tiba memutuskan bahwa Februari adalah bulan rekap. Merekap surat-surat, foto, inventori, notulensi, bahkan jumlah seluruh penghuni kantor harus direkap! Aku bahkan curiga mereka akan menyuruhku merekap penghuni ghaib juga!

Ditambah persiapan Bulan Suci dengan segala tetek-bengeknya (untuk yang satu ini aku tidak sedang mengeluh, sebab aku cinta Bulan Puasa, h3h3 ....), walhasil aku cuma berhasil membaca lima buku yang cenderung tipis-tipis. Padahal aku punya target membaca tujuh buku seperti bulan kemarin, bahkan lebih! Well ... yang sudah, ya sudah (meskipun kesal), setidaknya bulan ini tidak kosong banget.

Bagaimana dengan kalian, Pembaca Budiman? Apakah Bulan Suci membuat kalian lebih produktif dan disiplin atau malah sebaliknya?

KEMBALI KE LEKTOP!

Kalian pasti kaget melihat tema Rekap Februari adalah "Brekele" (kalian : "Peduli apa guweh."). Jangan salah sangka, "Brekele" yang aku maksud bukanlah kualitas buku-bukunya, melainkan kondisiku saat proses baca, alias alasan-alasan yang sudah aku buat di atas tadi. Buku-buku yang aku baca di bulan ini cukup bervariasi, mulai dari novel sampai cerpen, tebal sampai tipis, terjemahan Asia, Eropa, bahkan dalam negeri.

Nah, pinisirin buku-buku apa saja yang aku baca di bulan Februari? Yuk, langsung saja kita tengok! Sangat disarankan untuk membaca sampai akhir supaya tahu Best Book of the Month!

1. Wizard Bakery


Penulis : Gu Byeong-Mo

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2021 (versi ini)

Tebal : 208 halaman

Rating : 3 bintang

Novel pertama yang aku baca di bulan Februari ternyata masih bertema mental health. Seperti banyak pembaca lain di Goodreads, aku pun tertipu oleh sampul serta judul novel yang terkesan hangat dan adem. Tentu saja, siapa sangka novel berjudul Wizard Bakery malah berisi konten abuse, trauma dari generasi ke generasi, patriarki, log-off, dan berbagai hal traumatik lainnya!

Tidak satu pun tokoh dalam novel ini punya sifat dan sikap terpuji (Kecuali mungkin si tokoh utama). Aku tahu ... dalam satu masa mereka semua juga pernah jadi korban, tapi tidak satu pun dari tokoh-tokoh ini punya tekad memutus benang merah itu. Mereka semua orang-orang paling jahat di dunia, karena mereka ingin balas dendam? I don't know ... humans are complicated! Aku ingin jadi kaktus!

Meskipun begitu, aku sangat suka hubungan antara Tokoh Utama dengan Si Tukang Roti dan Burung Biru peliharaannya. Setiap momen manis mereka memuaskan karena sesuai porsi dan timing-nya juga tepat. Untuk sisi fantasi, world building dijelaskan dengan baik, meskipun bukan yang terlalu detail. Beberapa aspek dalam sistem kerja Toko Roti Ajaib masih misteri dan akan selalu begitu, sebab bukan itulah inti ceritanya.

Namun, yang paling mengesankan dari novel ini adalah ending bercabang. Jadi, di akhir cerita Tokoh Utama akan dikasih Roti Pengulang Waktu oleh Si Tukang Roti, tergantung si tokoh utama ingin menggunakan roti tersebut atau tidak. Nah, ternyata penulis menyajikan ending dari dua kemungkinan tersebut. 

Pada ending "Ya", si tokoh memakai roti pengulang waktu dengan segala risikonya, maka rangkaian hal pun terjadi. Begitupun pada ending "Tidak" si tokoh utama tidak memakai roti tersebut, maka serangakaian hal terjadi sesuai keputusan yang dia ambil. Untungnya ... tidak peduli apa pilihan Tokoh Utama, dia akan mendapatkan secuil keadilan.

2. Kucing Penyelamat Buku


Penulis : Sosuke Natsukawa

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2023 (versi ini)

Tebal : 200 halaman

Rating : 2 bintang

EKSPEKTASIKU TERLALU TINGGI UNTUK NOVEL INI!!!

Setelah beberapa kali melihat judul buku mengandung 'Kucing', aku memutuskan untuk membaca yang ini, cuma untuk mendapatkan Little Prince wannabe. Maksudku, tidak ada yang salah dengan kemiripan, apa lagi kalau mirip literatur klasik semacam Little Prince. Hanya saja, Little Prince dieksekusi dengan sempurna. Dari segi filosofi, kiasan, metafora, fantasi, surealitas semuanya perfect. Novel ini di sisi lain, gagal dalam semua hal tersebut.

Pertama, Tokoh Utama novel ini sangat tidak konsisten, berkali-kali mengatakan dirinya penganut Hikikomori, tapi kepribadianya berubah 180 derajat menjadi ekstrovert akut ketika mulai bepergian dengan si kucing. Membicarakan Si Kucing, sebagai highlight di judul, aku berharap Si Kucing punya lebih banyak peran sebagai mentor spiritual daripada cuma jadi "Yes, Ma'am" person buat Tokoh Utama.

Aku paham inti dari keseluruhan buku adalah "Jaga dan hargai buku-buku", tapi penyampaiannya terlalu harfiah. Metafora yang digunakan kurang nendank. Intinya, novel ini tidak meninggalkan kesan apa pun bagiku. Padahal seharusnya novel ini setidaknya bisa seikonik Little Prince. That's all I can say about this book. DISSAPOINTED!

3. Strange The Dreamer


Penulis : Laini Tylor

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2019 (versi ini)

Tebal : 464 halaman

Rating : 3 bintang

Nauuurrr ... katakan kenapa buku ini menghabiskan nyaris seluruh waktuku di bulan Februari! Secara teori, seharusnya aku menyukai Strange the Dreamer. Aku pikir vibe-nya akan seperti The Book of Lost Things. Fantasi, petualangan, mungkin agak gelap dan surealis. Ya, Strange The Dreamer memang punya itu semua. World Building-nya juga matang, kompleks, dan diceritakan dengan baik.

Lazlo dan Sarai sebagai tokoh utama pun sangat menarik, penokohan unik, kemistri oke. Konsep mereka membangun hubungan dalam mimpi sebenarnya juga sangat manis sehingga saat mereka benar-benar ketemu langsung, efek yang aku rasakan sebagai pembaca jadi beda. Masih berdebar-debar, masih malu-malu, masih canggung, padahal di dalam mimpi mereka sudah menjadi soulmate. That is so cute.

Lantas, apa problemku pada buku ini? ENTAHLAH! Novel ini punya saat-saat menyenangkan dan aku sangat menikmati saat-saat itu. Namun, ketika boring, novel ini sangaaattt boriiingg. Mungkin gaya bahasa yang bertele-tele, terlalu banyak prosa ungu, serta kurangnya gong cerita yang sudah kutunggu sekian lama.

Lebih buruk, aku harus membaca novel kedua untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya pada setiap tokoh. SAAT LAGI SERU-SERUNYA! Novel ini benar-benar menghambatku dalam mengejar target baca 2026, sedangkan aku tidak mau ada buku yang DNF, makanya untuk novel kedua rasanya tidak akan aku baca sampai beberapa waktu ke depan.

4. Sepasang Sepatu Tua


Penulis : Sapardi Djoko Damono

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : 2019

Tebal : 120 halaman

Rating : 3 bintang

Setelah dihadang halang-rintang oleh novel modelan Strange the Dreamer, aku mendapatkan buku kumpulan cerpen setebal 120 halaman yang normalnya bisa kubaca dalam kurun waktu satu atau paling lama dua hari. Lagi-lagi, aku ditampar kenyataan bahwa kumpulan cerpen ini dibuat oleh legenda literasi Indonesia yang karya-karyanya memang terkenal absurd dan punya makna ganda.

Satu hal yang paling aku tidak suka dari cerpen (atau cerita secara keseluruhan) adalah cerita yang terlalu "dalem" sampai hanya si penulis sendiri yang mengerti makna dari cerita tersebut. AKU TIDAK CUKUP PINTAR UNTUK ITU! Sedangkan hampir semua cerpen di sini bisa dibilang absurd, bahkan surealis!

Untuk beberapa alasan, aku menikmati awal cerpen-cerpen ini, setidaknya sampai pertengahan ketika sisi absurd mulai muncul. Dialog berbelit-belit, gaya bahasa semodel riddle, open ending yang tidak bisa aku open karena aku tidak cukup pintar. Ini salahku sepenuhnya, tho ... aku mengambil buku ini tanpa riset, tanpa mengetahui kalau buku ini tidak seharusnya kubaca karena aku belum sampai ke level sana.

5. Scylla's Way : The Way I Find My Brother


Penulis : Belpoin

Penerbit : Haeba Group

Tahun Terbit : 2023

Tebal : 530 halaman

Rating : 3 bintang

Review Full sudah kubuat jadi aku tidak akan bicara banyak di sini. Kalian bisa membaca review-nya di sini : Gak Pernah Nemu Fantasi Secampur-aduk Ini! (Review Scylla's Way : The Way I Found My Brother)

Harus aku katakan ... meskipun novel terbitan Watpat, Scylla's Way punya momen-momen unik yang membuatku tidak terlalu menjulidnya (seperti novel terbitan Watpat lain). Lagi pula, dari lima novel yang kubaca di bulan Februari, rasanya Scylla's Way yang paling aku nikmati. I know ... SHOCKING!

Buku Terbaik Bulan Ini!

Jujurlly ... Februari bukan bulan kejayaanku dalam hal baca-membaca. Aku tidak menemukan buku yang benar-benar aku sukai atau menjadi seleraku. Bisa kalian lihat dari rating yang cuma 2 atau 3 bintang. Makanya, ini mungkin mengejutkan bagi kalian, atau mungkin tidak, kalau aku bilang novel terbaik di bulan Februari adalah ... SCYLLA'S WAY : THE WAY I FOUND MY BROTHER!!!

Hey, sudah aku bilang kalau rating pada blog ini bukan cuma dilihat dari kualitas buku, atau siapa penulisnya, atau seberapa populernya, tapi juga dilihat dari seberapa aku menikmati proses membaca novel tersebut. Dan aku mengakui Scylla's Way memang novel paling enjoyable bulan ini. Lagi pula novel ini yang paling tebal daripada yang lain, dan aku punya bias pada novel-novel tebal.

Kenapa terdengar sangat selfish? Ya, tentu saja ... karena ini Blog milikku, secara harfiah ini rumahku, dan aku yang membuat peraturannya, h3h3. (Hey, jangan tinggalkan aku sendirian!!!)

Marilah kita ucapkan SELAMAT pada Scylla's Way!


Dengan ini berakhir sudah Rekap Baca bulan Januari versi Impy Island. Untuk selanjutnya, bulan Maret, bulan kelahiranku. Sejatinya, semangat bacaku harus lebih besar. Namun, aku juga melihat situasi dan kondisi, terutama kalau sudah mendekati Hari Raya, sepertinya aku akan sangat sibuk pada hari-hari itu. Semoga target baca bulan ini tercapai.

Tetap semangat di bulan Ramadan ini, Pembaca Budiman! Sampai ketemu lagi di bulan depan ^o^/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Impy Hendak Pensiun dari Serial Bumi!? (Review : Hana Tara Hata)

Novel "Pamungkas" Serial Bumi? Affah Iyah? (Review : Aldebaran Bagian 1)

Buku yang Sempurna ... Kata Orang-orang (Review : Laut Bercerita)

Gajah Mada? More Like Gajah Duduk! (Review : MADA)

Novel-novel Terkutuk (Mostly Watpat)

1001 Tips Ngeselin Ala Pacc TL (Review : Ily)