House of Secrets (Jilid 3)


Judul : House of Secrets (Jilid 3) : Clash of the World

Penulis : Chris Columbus & Ned Vizzini, bersama Chris Rylander

Penerbit : Mizan Fantasi

ISBN : 978-602-385-201-7

Tebal : 476 Halaman

Rating Pribadi : 3,8 Stars

Blurb :

Keluarga Walker terpaksa pindah ke apartemen mungil, meninggalkan rumah indah ala Victoria mereka yang menghadap ke jembatan Golden Gate, dan nyaris tak punya apa-apa lagi karena ayah mereka kecanduan judi. Namun permasalahan mereka bukan hanya itu.

Makhluk-makhluk mistis bermunculan di San Francisco, para monstert dari buku Kristoff kini berwujud nyata! Untuk mencegah kiamat terjadi, Cordelia, Brendan, dan Eleanor harus kembali ke dalam dunia buku. Dalam perjalanan, mereka bertemu pembunuh bengis bertangan satu.

Diserbu dinosaurus terbang, berteman dengan alien, Brendan berubah menjadi zombi, Cordelia dirasuki penyihir angin, dan Eleanor tanpa disangka-sangka menjungkirbalikkan keseluruhan cerita. Berhasilkah mereka lolos hidup-hidup? Mampukah Walker bersaudara menyelamatkan dunia?
MENGANDUNG SPOILER!!!

A. Petualangan Terakhir

House of Secrets hadir lagi (tentu saja) setelah di buku kedua terjadi hal yang tidak terduga, yaitu kemunculan si gergasi Fat Jagger ke dunia nyata. Kali ini apa yang membuat Anak-anak Walker kembali ke dunia buku? Kalau itu, sih sudah pasti penyihir angin yang melakukannya. Tapi kalau diteliti dari sampulnya. Ekhem, sebagai ahli persampulan aku harus meneliti lebih dulu.

Sampul masih memperlihatkan rumah Kristoff, artinya berbanding terbalik dengan blurb yang menyatakan mereka sudah pindah ke apartemen kecil, atau mungkin agar bisa masuk ke dunia buku untuk menyelamatkan dunia mereka harus kembali ke rumah Kristoff. Kemudian bisa dilihat rumah keluarga Kristoff diangkat dengan balon udara! Film UP kali, ah.

Sebagai latar belakang, terhampar luas padang rumput diatas tebing ala-ala Grand Canyon. Tidak lupa kalau ada padang rumput, pasti ada koboy dengan kuda-kudanya yang gagah. Kira-kira hal apa lagi yang mungkin dialami Walker bersaudara? Jujur saja, sampul ini adalah sampul yang paling sepi dari dua buku sebelumnya.

Padahal dalam blurb banyak hal terjadi, seperti Cordelia dirasuki Penyihir Angin, Brendan yang berubah jadi Zombi, bahkan dunia dalam ambang menuju kiamat. Ya ... kita tidak akan tahu kalau belum membacanya, dan aku yakin buku ini akan sangat menarik sebagai penutup, karena ada penulis baru yang ikut andil ke dalam pembuatannya. (Meskupun aku bingung, gimana caranya satu cerita bisa situlis oleh tiga kepala).

B. Ngomongin Anu

Fat Jagger tiba-tiba muncul di laut San Francisco! Cordelia dan adik-adiknya tentu saja panik. Makhluk-makhluk yang seharusnya hanya fiksi gila Danver Kristoff sekarang meneror kota mereka, menyebabkan masalah di mana-mana. Kakak-beradik Wlaker yakin Penyihir Angin bukanlah orang yang tepat untuk dimintai tolong, maka dari itu mereka menghidupkan kembali arwah Raja Badai, yang mereka pikir lebih memiliki hati nurani.

Brendan dan Eleanor melakukan pemanggilan arwah di kuburan, dan malah mengubah Brendan menjadi Zombie, sementara Cordelia membaca gulungan-gulungan tua milik buyut-buyutnya, mencari sebuah petunjuk, tanpa mengetahui, Penyihir Angin ada di dalam dirinya ikut membaca.

Singkat cerita, berkat pemanggilan arwah yang memble dari Brendan, Raja Badai berhasil hidup, dan mengembalikan mereka (lagi) ke dunia buku. Kali ini bukan paksaa, melainkan memang keinginan anak-anak Walker sendiri. Seperti biasa, ada tiga buku yang harus mereka jelajahi, dan semuanya pasti saja ada bahayanya. Tujuan mereka kali ini adalah mencari tiga penyanggah dunia agar makhluk-makhluk fiksi kembali ke dalam buku.

Tiga anak itu bertemu banyak orang baru yang keberadaannya sangat penting di akhir cerita. Kali ini tidak ada Will yang mendampingi mereka, posisi Will sebagai pelindung dan orang dewasa digantikan oleh pembunuh bayaran yang tanpa sengaja berteman dengan mereka. Kita jadi tidak bisa melihat hal-hal romantis antara Cordelia dan Will (hiks...hiks)

Namun jangan bersedih dulu. Kali ini Brendan lah yang kebagian pacar, seorang anak perempuan pemberani bernama Celene (yang juga muncul di buku satu). Di sini akan terjadi sedikit perpecahan antara Walker bersaudara. Mereka terpencar ke dua dunia yang berbeda. Karena tidak bersama, salah satu dari mereka berhasil dihasut dan akhirnya berkhianat. Ya, siapa lagi yang paling gampang dihasut kalau bukan yang paling kecil!!!

Pertarungan akhir terjadi antara Penyihir Angin beserta Eleanor dan monster-monster buku Kristoff, dengan Walker bersaudara bersama sekutu mereka sendiri, juga andil dari Raja Badai. Ada banyak pengorbanan di dalam buku ini demi menyelamatkan dunia dari kiamat. Tapi jangan khawatir, kalian tidak akan lama bersedih-sedih dengan buku ini. Komedi ala-ala Chris Columbus dan Ned Vizzini selalu ada untuk menghibur kalian setelahnya.

Setelah semua hal melelahkan yang anak-anak Walker alami, akhirnya mereka mencapai juga ketenangan dunia, bahkan bukan hanya mereka, Penyihir Angin juga mendapatkan ketenangan. Petualangan yang menegangkan itu diakhiri dengan sesuatu yang sangat manis. Sebuah permintaan terakhir yang bisa mengikhlaskan segala kehilangan, sehingga mereka bisa menjadi keluarga yang benar-benar utuh kali ini.

C. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan House of Secrets (Jilid 3)
  • Keseimbangan antara ketegangan dan komedi yang bisa mempermainkan perasaan para pembacanya.
  • Kemunculan banyak tokoh baru yang tidak terburu-buru, setiap tokoh mempunyai peran sendiri, serta andil yang sama besar.
  • Pesan yang disampaikan selalu bisa diserap dengan mudah, meskipun tidak dituliskan secara gamlang.
  • Seperti biasa adegan-adegan yang selalu bisa menghipnotis pembaca untuk ikut merasakan.
Kekurangan Gouse of Secrets (Jilid 3)
  • Twist yang kurang mengejutkan karena sudah terbaca sejak awal.
  • Penyelesaian masalah yang terlalu cepat.
  • Adegan yang seharusnya lebih lama, tapi hanya muncul sekilas dan membuat kesal T_T.
  • Masalah ilustrasi (lagi). Oke itu mungkin bukan masalah lagi, tapi buat nambahin aja huehehehe.
  • Lagi-lagi, kemunculan robot padahal Danver Kristoff hidup di jaman yang belum ada robot-robot.

D. Penutup

Pertama kali membuka halaman, ada sesuatu yang membuat hatiku terenyuh dan miris. Betul ... sebuah pesan singkat "Untuk Ned" yang dibuat oleh Chris Columbus untuk mengenang teman satu tim-nya yang sudah tiada. House of Secret tetap mempunyai ciri khas tersendiri meskipun di penghujung Chris harus mengganti teman kolaborasinya, dan buku ini tetap konsisten, tidak ada satu hal pun yang berubah, baik gaya bahasa maupun cerita.

Itu cukup menarik menurutku, mengingat setiap kepala berisi imajinasi yang berbeda, bisa saja sifat tokoh-tokohnya melenceng, atau gaya bahasa menjadi lain. Tapi pastinya penulis sekelas Chris Columbus sudah menyeleksi penulis yang menjadi partnernya.

Pasti dia sudah menulis premis yang matang, nah tinggal memberitahukan detil certanya pada si orang baru ini, (yang kebetulan nama depannya juga Chris). Meskipun buku ini memang berjudul Trilogi, aku yakin jika Ned Vizzini masih ada, buku ini berpotensi lanjut ke seri empat, lima, enam, mungkin sepuluh.

Sedih rasanya petualangan kita bersama anak-anak Walker harus selesai sampai di sini. Katakan selamat tinggal pada Cordelia yang pintar, pada Brendan yang berani, pada Eleanor yang polos, dan pada Will si pelindung yang gagah. Terima kasih untuk petualangan yang kalian berikan. Terima kasih juga kepada Chris Columbus, Ned Vizzini, juga ChrisRylander yang sudah menciptakan cerita hebat ini.

Impy siap memulai petualangan hebat yang baru. Terima kasih sudah membaca review ini, semoga bermanfaat bagi kalian. Sampai jumpa di review selanjutnya ^O^/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Matahari Minor

Aku Menyerah pada Serial Omen-nya Lexie Xu

Ily

Novel-novel Terkutuk (Mostly Watpat)

Peter Pan

Laut Bercerita

Mbah Rick Riordan Melanggar Semua Pakem dalam menulis POV1 (dan Tetap Bagus)