Impy's March Reading Recap

Maret Morat-Marit

Maret oh Maret ... bulan yang begitu sakral, begitu berpengaruh, begitu signifikan bagi bumi dan mungkin jagat raya. Hari di mana seorang titisan bidadari turun ke bumi, membawa serta kecantikan, kedermawanan, serta kesejahteraan. Titisan bidadari yang sampai sekarang kalian kenal dengan nama Impy Island.

Sebelum kalian muntaber, izinkan aku membeberkan alasan barokah kenapa setiap bulannya jumlah buku yang aku baca semakin sedikit sahaja! Aku membaca tujuh buku pada bulan Januari, lima buku pada Februari, dan sekarang empat! Besok apa ... Dua buku? Nol buku? Minus tiga? Semua ini harus dihentikan sekarang juga!

Namun oh nenamun, aku punya alasan kuat. Maret bertepatan dengan Bulan Suci dan Hari Raya. kalian tahu apa yang terjadi pada bulan istimewa tersebut? Menyicil bahan makanan, memburu jasa penukaran uang, menentukan outfit kece, serta yang paling berat adalah mempersiapkan mental untuk pertanyaan seperti "Kapan nikah?" atau malah "Kapan jadi penulis terkenal?"

Ekhem, mari kita jangan membahas kedua hal itu lebih jauh. Intinya, Impy punya banyak waktu, tapi juga sedikit waktu di saat bersamaan sehingga jarang meluangkan waktu untuk membaca. Kalian mau tahu apa yang aku lakukan saat ada waktu luang? Benar sekali ... Pesnuk.

Itu alasan barokah, benar? Jadi kalian tidak boleh menghakimiku! Aku sudah menghakimi diriku sendiri!

Nah, kalau semua sudah beres, marilah kita tengok buku apa saja yang Impy baca di bulan Maret, alias yang cuma EMPAT BIJI itu.

1. Semua Ikan di Langit


Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun terbit : 2017

Tebal : 264

Rating : 4 bintang

Nama Ziggy Zesyazesimilikiti sudah begitu familiar di mata semua orang, termasuk juga Impy. Aku melihat karyanya di segala tempat, mendengar orang-orang membicarakannya dengan penuh respecc. Namun, aku tidak pernah tertarik membaca karya-karya Ses Ziggy karena satu dan lain hal. SAMPAI datanglah Kita Pergi Hari Ini menampilkan sampul paling imut dan paling mengundang bagi pembaca Middle Grade seperti Impy.

Isi dari novel itu pun sesuai harapan (meskipun buku keduanya rada brekele). Mulai dari situ, nama Ziggy. Z semakin menarik perhatianku. Aku ingin membaca karyanya yang lain, ingin mengenalnya lebih dekat lagi, kemudian Goodreads pun menyodorkan novel berjudul Semua Ikan di Langit karya Ses Ziggy. Dan aku bilek ... YES, SIR!!! Aku akan membacanya sekarang juga!

Novel ini menjadi juara dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016, jadi kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Dari segi gaya bahasa, Ses Ziggy selalu konsisten memakai susunan kata absurd yang rada membingungkan, tapi sebenarnya makna kalimat itu sendiri sangat jelas. Misalnya, manusia digambarkan sebagai kecoa, penggambaran Ikan Julung-julung dan Bus Damri sebagai malaikat dan/atau pengikut setia, sampai penggambaran Tuhan sebagai anak kecil.

Loh, loh, loh ... kenapa membahas tentang ketuhanan, Impy?

Karena memang itulah tema dari novel Semua Ikan di Langit, Pembaca Budiman. Buku ini memberi gambaran tentang apa yang membuat Tuhan (Si Anak Kecil) senang, sedih, dan marah. Menceritakan bagaimana Si Anak memberi imbalan bagi orang baik serta hukuman bagi orang jahat. Menunjukkan caranya menciptakan dan menghancurkan.

Beberapa kali ada narasi bahwa Si Anak mencintai segala ciptaannya tanpa pamrih. Untuk itu, Bus Damri mengharapkan para ciptaannya juga mencintai balik Si Anak. Bahkan di satu kesempatan novel ini menceritakan kebangkitan Dajjal dan/atau Antikristus. Intinya, orang yang punya kekuatan seperti Tuhan, tapi jahat. Tujuannya adalah menyesatkan umat manusia dan menentang Tuhan.

Semua itu diceritakan dari sudut pandang Bus Damri sebagai pengikut paling setia Si Anak. Rasanya Bus Damri merepresentasikan orang paling beriman, sebab entah apa yang terjadi, Tuhan selalu punya rencana, dan Bus Damri akan menjadi yang terdepan dalam membela apa pun keputusan Si Anak.

Beberapa orang di Goodreads tidak menyukai konsep ketuhanan ini, apalagi Tuhan yang esa digambarkan sebagai objek, anak kecil pula. Aku pun merasa demikian di beberapa momen, terutama saat Bus Damri mulai berdakwah bahwa kita harus mencintai Si Anak, apa pun yang terjadi. APA PUN!

Um, itu terdengar agak sedikit ... culty

Namun, kemudian kenyataan menghantamku ... ITU MEMANG DEFINISI KEIMANAN! Hanya saja, konsep bahwa Tuhan adalah sosok anak kecil membuat kita jadi sedikit sangsi. Sebab keimanan (terutama Islam) mengajarkan bahwa Tuhan bukanlah sosok, Tuhan tidak berwujud, tapi kita sebagai umat harus tetap percaya, berpegang teguh pada kenyataan bahwa kita memiliki pegangan, dan hanya itu yang kita punya di dunia yang rusak ini.

Entahlah, aku suka buku ini, konsepnya tidak menggangguku, dan ceritanya cukup jelas dan lugas meskipun bahasa yang digunakan absurd. Tapi, sekali lagi, itu khas Ses Ziggy. Itu yang membuatnya unik.

2. Petjah


Penulis : Oda Sekar Ayu

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : 2017

Tebal : 328 lembar

Rating : 1 bintang

Siapa sangka kita mendapatkan karya se-masterpiece Semua Ikan di Langit sekaligus karya se-brekele Petjah pada tahun yang sama. Ibarat melahirkan anak kembar, yang satu titisan bidadari sementara satunya lagi titisan ebless! Waduh, jahat banget ketikkanmu itu, Impy!

Aku tidak mau lagi menghyna-hyna novel Petjah karena aku sudah membuat satu blog khusus untuk hal itu, yang bisa kalian baca di sini

3. Keeper of the Lost Cities


Penulis : Shannon Messenger

Penerbit : Aladdin (versi Inggris)

Tahun Terbit : 2012

Tebal : 496 halaman

Rating : 4 bintang

Baiklah, aku akan bicara jujur … satu-satunya hal yang membuatku tertarik pada novel ini adalah sampul buku kedua yang menampilkan ilustrasi bocah imut berambut ikal-pirang yang mengingatkanku pada pemeran film Peter Pan tahun 2003. Cuma itu, tidak ada yang lain. Jika kalian ingin melemparku dengan panci, kalian bisa melakukannya sekarang.

Sebenarnya ada satu hal lagi, yaitu novel ini mendapatkan testimoni bagus dari the one and only Mbah Michael Buckley, penulis dari The Sisters Grimm. Kalau Mbah Buckley sendiri mengatakan novel ini bagus, apa gunanya komenku sebagai tukang review julid? Benar, 'kan? Makanya aku membaca ini dengan ekspektasi bahwa cerita ini akan sebagus The Sisters Grimm.

Sayang beribu sayang, ternyata tidak demikian. KotLC malah lebih mirip Harry Potter, dan saat kubilang mirip, yang aku maksud adalah SANGAT MIRIP. Bedanya, Harry dibully oleh semua orang, termasuk paman dan bibinya. Sedangkan Sophie (tokoh utama) dicintai oleh semua orang kecuali satu tokoh yang penokohannya sama seperti Draco Malfoy di Harry Potter.

Satu hal lagi yang membuat novel ini tidak menarik di mataku adalah betapa kerasnya penulis berusaha membuat dunia dalam novelnya "nyata" dalam arti masuk akal. Maksudku ... kalau dunia kalian memiliki sihir, katakan saja itu adalah sihir. Tidak perlu ngeles ... "Nggak ada yang namanya sihir di dunia ini, yang ada cuma ilmu pengetahuan."

Kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Ilmu pengetahuan itu berujung tidak masuk akal juga, dan kembali bergantung pada sihir. Kagak usah sok pinter jadi penulis kata gua mah kalo emang kagak pinter! Lihat apa yang terjadi pada Pacc TL, dan sekarang lihat apa yang terjadi pada novel ini. Genre fantasi diciptakan, karena dunia nyata tidak asik. Eh, kalian para penulis "cerdas" malah berusaha membuat fantasi "masuk akal".

GET OUT!!!

Nah, kenapa aku beri 4 bintang? Itu semua karena penokohan dan dialog. Oh, my God! Kadang orang suka bertanya kenapa aku begitu mencintai Middle Grade daripada novel-novel berbobot nan berotak sengku di luar sana. Ya, karena novel-novel orang dewasa tidak bisa se-UwU seperti anak-anak di novel Middle Grade.

Orang dewasa membosankan, dan aku bosan menjadi membosankan. Aku ingin yang manis-manis, aku mau yang lucu-lucu, dan semua itu bisa aku temukan di Middle Grade.

4. Lelakonmu dan Alur Temu


Penulis : Irwansyah DKK

Penerbit : Arkais Creative

Tahun Terbit : 2025

Tebal : 111 Halaman

Rating : 3 Bintang

Singkat cerita, Impy mengikuti lomba cipta cerpen di Instagrem. Aku tidak memenangkan lomba tersebut, tapi cerpenku yang berjudul "Dark Wood Circus" cukup oke bagi para juri untuk masuk ke dalam antologi cerpen berjudul Lelakonmu dan Alur Temu bersama 12 karya dari penulis lain. Nah, silakan kalian lihat komen-komen Impy pribadi tentang ke-13 novel tersebut di sini

Buku Terbaik Bulan Ini

Dengan banyaknya kesibukan, buku yang mampu kubaca pun semakin sedikit. Apa lagi, sebentar lagi aku akan sibuk mengurus kenaikan kelas 12 di SMA tempatku bekerja. My oh my, rasanya aku juga akan sangat sibuk di bulan April. Apa yang bisa kulakukan dalam situasi ini selain pasrah pada kenyataan, benar kan? HUAHAHA (digampar)

Omong-omong, show must go on … dan pengumuman Best Book of the Month sudah keluar!!!


Sekian dulu rekap bulanan kali ini, mari berharap bulan depan lebih banyak buku menarik yang kubaca supaya bisa aku share kepada kalian semua, Pembaca Budiman. Untuk sekarang, aku hanya bisa mengatakan ....

Sampai jumpa di lain hari ^o^/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Impy Hendak Pensiun dari Serial Bumi!? (Review : Hana Tara Hata)

Gajah Mada? More Like Gajah Duduk! (Review : MADA)

Novel "Pamungkas" Serial Bumi? Affah Iyah? (Review : Aldebaran Bagian 1)

Buku yang Sempurna ... Kata Orang-orang (Review : Laut Bercerita)

Novel-novel Terkutuk (Mostly Watpat)

1001 Tips Ngeselin Ala Pacc TL (Review : Ily)