Komet


Judul : Komet

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 9786020385938

Tebal : 372 Halaman

Rating Pribadi : 2,8 Stars

Blurb :


Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.

Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.
MENGANDUNG SPOILER!!!

A. Kemana Lagi Kita Pergi?

Seperti biasa, sampul Serial Bumi selalu enak dipandang, dan tentu saja enak jika disejajarkan bersama. Apik dan seragam, makanya aku memberikan dua bintang sekaligus, khusus untuk sampulnya. Kali ini warna latar oranye. Agak ironi rasanya buku ini bernama komet padalah sampulnya dihiasi hewan-hewan laut.

Blurb-nya. Well ... aku sudah tahu ini bukan buku terakhir dan akan berlanjut ke Komet Minor. Makanya nggak berharap bakal bertarung dengan si Tanpa Mahkota di sini. Padahal AKU NUNGGUIN! dan semoga nanti di Komet Minor, semua hasratku akan terbalaskan. Oh dan jangan lupa orang tua asli Raib.

Itu makhluk klan bulan dua biji aja diungkapinnya lamaaa banget. Geregetan!!! Tapi bukan dalam hal baik. Aku nggak suka ya dipermainkan gini. Diulur-ulur terus, aku bukan layangan! Nah, tanpa basa-basi busuk, marilah kita mulai. (Padahal dari tadi udah basa-basi busuk)

B. Ngomongin Anu

Awal buku ini udah kentara lah ya ... hujan, sekolah, kehidupan normal, pelajaran biologi, dan tentu saja Ali dengan kejeniusan tiada tara selalu memicu berjalannya plot. Kali ini mereka bertiga sedang mencari Klan Komet. Klan yang tidak stabil dan selalu bergerak, tapi portal utamanya ada di Klan Matahari (duh! biar gampang cin). Singkat cerita, pergilah mereka ke Klan Matahari, yang kebetulan lagi sedang mengadakan festival penutupan bungan mtahari.

Festival itu disabotase oleh musuh-musuh dari berbagai klan yang sebelumnya (lupa nama-namanya karena sangat syulit diingat T_T). Dan begitu sebuah portal terbuka, Si Tanpa Mahkota masuk, tentu saja tiga jagoan kita juga ikut masuk. Yey! And Here come the most boresome adventure! (bercanda ... tapi nggak ...)

Serius? Kita diajak berkeliling dari satu pulau ke pulau lain, di mana di setiap pulaunya sesuatu yang sama terulang lagi dan lagi dan lagi dan lagi. Hanya untuk menunjukkan betapa baik hatinya ketiga jagoan kita ini. Ya ... memang itu inti dari petualangan ini, tapi haruskah semembosankan ini? Aku sampai harus lompat-lompat membaca, karena aku selalu tahu apa yang terjadi.

Belum lagi kehadiran orang baru. Aku tahu dia akan menjadi seorang a-hole di akhir cerita. Itu sudah kebaca sekali, ya, tolong! Namun, semua twist itu seolah nggak ada maknanya. Orang itu baik, tapi jelas mencurigakan, dan nggak ada satu pun dari jagoan kita yang mempertanyakannya. Kayak, oh yaudah you mau ikut? cus ikut, asal bantu-bantu ya h3h3....

Sekali lagi, interaksi antar karakter di sini sangat membuat risi. Aku nggak tahu kenapa, pokoknya kayak ada yang aneh aja, dan aku terganggu sama keanehan itu. Apa karena kalimat baku? Apa karena terlalu memaksakan? Rasanya semua kalimat yang diucapkan tokoh bukan kemauan si tokoh, melainkan kemauan penulsinya.

Terkadang, memberikan tokoh kesempatan untuk bersua kan bagus juga (aku tahu ini aneh) tapi sebagai penulis, rasanya ada yang berbeda dari persahabatan mereka. Seolah mereka bersahabat bukan tulus, tapi karena orang-orang mau mereka bersahabat. "Kalian masih muda, dan sahabat sejati, kalian baik hati, dan kalian berhati tulus," kata semua orang kepada Raib, Ali, dan Seli.

Pertarungan di sini juga rasanya hambar, terlalu buru-buru, cepat dimulai cepat juga berakhir. Dengan trik-trik pertarungan yang itu-itu saja, dan sudah pasti tidak ada orang lain yang paling hebat kecuali tiga jagoan kita. Hmm ... aneh juga, banyak aksi dan makhluk-makhluk hebat di sini, tapi karena penyampaian yang kurang, rasanya tidak jadi epik.

C. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Komet
  • Ide cerita yang unik dengan berkeliling dari pulau senin sampai minggu.
  • Pola-pola twist yang sebenarnya menarik jika saja tidak disampaikan dengan terlalu blak-blakan dan diulang-ulang.
  • Nama-nama orangnya tidak terlalu bikin pening bagiku yang gak mau direpotin.
Kekurangan Komet
  • Aku benci mengakui ini, tapi, buku ini sangat membosankan, dari polanya yang terus-terusan berulang, bahkan sampai konfliknya yang mirip-mirip. Dan semua itu terjadi hanya untuk menunjukkan bahwa tiga jagoan kita adalah sosok Mary Sue dan Gary Stu yang sempurna baik akhlak maupun fisik.
  • Twist yang terbaca.
  • Interaksi antar tokoh yang aku tidak nyaman dan aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya!

D. Penutup

Setiap kali aku dilanda kebosanan teramat sangat ketika membaca ini, aku berkata pada diriku. Ayo Impy ... ingat sumpahmu! ingat sumpahmu! Apa yang sudah di mulai harus diakhiri! Masih banyak hal yang belum terjawab, dan ini sudah mau buku terakhir. Komet Minor pasti menjawab semuanya, Komet Minor pasti akan sangat bagus!

Aku tertekan sekali dengan serial ini. Seperti sinetron yang sengaja betul dibuat panjang, padahal kalau mau, dalam beberapa episode saja sudah bisa tamat. Bertele-tele dan nyaris tidak berhubungan antara satu dan yang lain. Terlalu banyak tanda tanya, dan penulis seolah malas mengungkapnya perlahan, malah dijublekin ke buku akhir semua (itu pun kalau benar Komet Minor terakhir)

Aku nggak kuat, tapi nggak punya pilihan. Aku akan minum jus es teh manis aja sebagai pelega, eh ... teh bukan jus ya? Buku ini membuatku keder. Suudah dulu ya ... aku mau tidur.

Sampai jumpa di review selanjutnya -,-/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Matahari Minor

Naga Hijau (Legenda Ksatria Cahaya #4)

Nasehat Keliru yang Sering Diterima Penulis

Pembukaan Novel yang Harus Dihindari

My Perfect World

Aku Menyerah pada Serial Omen-nya Lexie Xu

Ranking Novel-novel Fredrik Backman