Impy's January Reading Recap
Teman Bulan Januari : "Mental Health"
Hellow, Pembaca Budiman, penghujung Januari sudah di depan mata, itu berarti sudah saatnya kita membahas January Reading Recap! Tahun ini target bacaku di Goodreads adalah 50 buku, tidak perlu muluk-muluk, tidak perlu membaca setiap waktu, aku hanya ingin konsisten. Aku juga tidak menentukan tema setiap bulannya, semua itu terjadi secara kebetulan.
Bulan ini aku membaca tujuh buku, empat di antaranya membahas seputar mental, makanya bulan Januari aku beri tema "Mental Health". Untuk selanjutnya aku menyerahkan semua kepada Neptunus. Porsi membaca dan posting Review bulan ini pun terbilang konsisten. Kalau kebiasaan ini berlanjut, aku mungkin bisa membaca lebih dari 50 buku di tahun 2026. Aku tidak ingin terlalu banyak memikirkannya
Nah, untuk rekap Januari ini aku akan membahas semua buku yang kubaca satu per satu sesuai urutan waktu membaca. Kemudian melanjutkan dengan Best Book of the Month. Buku dengan rating tertinggi belum tentu mendapatkan gelar Best Book, karena terkadang aku akan memilih berdasarkan hati, bukan rating. Y'know?
Mari langsung saja menuju daftarnya!
1. Eleanor & Park
Penulis : Rainbow Rowell
Penerbit : Phoenix Publishig Project
Tahun terbit : 2013
Tebal : 430 Halaman
Rating : 2,6 Bintang (bulatkan jadi 3 Bintang)
Pertama ... mari luangkan waktu sejenak untuk memandang sampul novel di atas, lalu menghinanya habis-habisan karena WHAT ARE THOOSEEE??? Akibat sampul brekele, aku ogah membaca novel ini sejak tahun 2019, karena mengira ceritanya bergenre dewasa, penuh smut, dan gaya bahasa ancur. Shame on you, Phoenix Publishing Project. lagi pula apa itu Phoenix Publishing Project?
Baiklah, kalau sudah menghina sampul, mari bahas isinya. Eleanor & Park bercerita tentang Eleanor dan Park (bruuh). Dua muda-mudi tak saling kenal, datang dari latar belakang berbeda, punya masalah masing-masing. Kemudian berinteraksi satu kali, merasa saling mengerti, saling melengkapi, hingga akhirnya jatuh cinta.
Park keturunan Korea, sering mendapatkan rasisme, tapi datang dari keluarga bahagia, meskipun sang ayah begitu menuntutnya menjadi lebih maskulin. Sedangkan Eleanor anak broken home, miskin, merasa dirinya gemuk dan tidak menarik. Namun, untuk satu dan dua hal keduanya bisa saling mengerti. Tipikal cinta-cintaan remaja ala western, terlalu mendorong seksualitas daripada ke-UwU-an, tapi sangat menarik melihat keduanya membangun hubungan. Mereka bisa jadi cute couple saat keduanya lebih dewasa.
Aku sangat HOOKED pada kisah mereka di akhir novel, sampai harus menahan kantuk sampai jam tiga pagi, makanya aku memberi rating tiga bintang. Namun oh nenamun, semua itu aku lakukan cuma untuk ENDING BEGITU??? Well ... aku rasa itu yang terbaik, penulis juga tidak menunjukkan tanda untuk membuat sequel jadi ... let's leave it as that.
2. Perempuan di Titik Nol
Penulis : Nawal El Saadawi
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tahun terbit : 2000
Tebal : 200 Halaman
Rating : 4 Bintang
Novel ini membuatku membenci segala hal di dunia, melihat betapa nyata masalah yang diangkat. Let me just say this, kalau kalian bukan feminis, kalian akan menjadi feminis setelah membaca novel ini. Also ... kalau kalian berpikir apa yang dialami Firdaus terasa lebay dan dibuat-buat, kalian SALAH! Hal yang dialami Firdaus SANGAT BISA terjadi pada perempuan mana pun di belahan dunia mana pun.
Kisah Firdaus adalah hal terburuk yang bisa terjadi pada wanita di muka bumi ini, makanya disebut "Perempuan di titik Nol". Orang yang bisa jahat pada perempuan pun bukan cuma laki-laki, sesama perempuan pun bisa. Sungguh ironi mengetahui nama tokoh dalam buku ini "Firdaus" yang berarti "Surga", tapi yang terjadi padanya tak lain adalah neraka dunia.
Buku ini tidak punya banyak dialog, tapi sekalinya ada, dialog itu benar-benar menusuk. Entah itu kalimat-kalimat menjijikkan dari para lelaki, atau kalimat keras nan Girl Boss dari Firdaus sendiri. Penjabaran narasi juga kuat, lugas tapi penuh metafora dan satir. Alur dari satu adegan ke adegan lain cepat, makanya novel ini mudah dibaca, meskipun memberi kita trauma berat.
Novel ini menunjukkan pada dunia bahwa posisi perempuan di dunia patriarki ini masih sangat rawan. apa pun yang kita lakukan pasti salah. Apa pun yang terjadi pada kita, pasti karena "ulah kita sendiri". Sebagaimana dunia begitu merendahkan perempuan yang menjadi pelacur, tapi tidak pernah merendahkan para laki-laki yang menjadi pelanggannya. Padahal seorang wanita bisa menjadi pelacur kemungkinan besar adalah akibat ulah laki-laki juga.
Sorry, Boys ... I'm with the ladies on this one. Actually, I will always be with the ladies!
3. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis : Brian Khrisna
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2025
Tebal : 216 Halaman
Rating : 2,4 Bintang
Review Full bisa kalian baca di sini : Ketika Mie Ayam Menguasai Dunia! (Review : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Umm ... aku tidak akan bicara banyak, karena sudah ada review full dari novel ini. Aku cuma ingin bilang kenapa memberikan bintang dua pada novel yang katanya "Dunia Sophie Kedua" (Aku dapat kabar ini dari teman Pesbukk andalanku). Sebenarnya karena aku baru selesai membaca masterpiece seperti Perempuan di Titik Nol, kemudian bertemu novel modelan gini.
Dats Simple. Satu ditambah satu sama dengan dua! Dua di kali dua sama dengan empat. Empat pangkat dua sama dengan enam belas. Y'know?
4. Asih dan Rasuk
.jpg)
Penulis : Risa Saraswati
Penerbit : Bukune
Tahun terbit : 2015 (Rasuk) 2017 (Asih)
Tebal : 240 Halaman (Rasuk) 194 Halaman (Asih)
Rating : 2,6 Bintang (bulatkan jadi 3)
Rasanya, karya-karya Risa Saraswati adalah Guilty Pleasure-ku. Sebenarnya bukan Guilty Pleasure juga, sebab aku tidak merasa bersalah. Mungkin lebih ke Pleasure-nya aja ya, h3h3. Intinya, kalau aku lagi malas baca, atau terkena Reading Slump, aku akan mengambil buku Risa Saraswati untuk membuatku tetap produktif.
Buku-buku Teh Risa itu simpel, singkat, lugas, tapi menarik. Aku tidak membaca novel-novel Teh Risa untuk merasa takut, karena meskipun berlabel horor dan menceritakan hantu, buku-buku Teh Risa tidak ada yang seram. TIDAK ADA SAMA SEKALI! But I'm here for the drama, I'm here for the tea party. Maka novel Asih memberikanku itu semua.
Kisah Asih dimulai dengan cepat, tapi berakhir cepat pula. Terkadang aku suka skeptis pada orang-orang yang mengaku bisa berkomunikasi dengan hantu. Namun, kisah Asih terasa jujur, tidak mendramatisir, tidak dibuat-buat. Rasanya aku bisa percaya kalau Teh Risa benar-benar berkomunikasi dengan Asih, yang bersedia menceritakan kisah tragisnya.
Rasuk di sisi lain ... I have a little problem with this one. Lain dari ciri khas buku Teh Risa yang berkonsep Gerbang Dialog untuk teman-teman hantunya, alias tidak sepenuhnya fiksi. Rasuk adalah murni novel fiksi, memiliki Plot, Alur, Tema, Penokohan, dan unsur intrinsik lain. Harus aku katakan ... Rasuk sangat membosankan. Terlalu banyak tokoh, terlalu sedikit waktu untuk membuat semua terhubung.
Inti cerita Rasuk secara harfiah adalah "Jangan suka iri pada orang lain, kau tidak pernah ada di dalam sepatu mereka. Nah, sekarang kau akan merasakan dalam sepatu mereka!" Namun, untuk membuktikan poin tersebut, kita dibawa muter-muter tidak karuan. Also ... kenapa novel ini harus menyebutkan nama lengkap tokoh dalam setiap penyebutan?
"Aku akan membalaskan dendamku padamu Fransisca Inggrid!"
"Tidak ada seorang pun yang mengerti penderitaan Kumala Sari Roti. Sebab Kumala Sari Roti begitu pandai menyembunyikannya."
"Sekar Harum nan Wangi merupakan anak kesayangan orang tuanya, begitulah beruntungnya Sekar Harum nan Wangi."
"Mustahil! Impy Island Bin Atang tidak mungkin melakukan itu! Dia adalah seorang Impy Island Bin Atang!"
Like ... guys, can we be normal people for once?
5. Broken String
Penulis : Aurelie Moeramans
Penerbit : Self-Publish
Tahun terbit : 2025
Tebal : 214 Halaman
Rating : 5 Bintang
Ini lebih ke ungkapan daripada review. Aku tidak mengenal siapa Aurelie, sampai aku membaca buku ini, dan menyadari bahwa wajahnya begitu sering kulihat di iklan. Dia terlihat cantik, gaul, bebas, bahagia, pokonya memang pantas tampil di TV, sosok yang sempurna. Siapa sangka banyak predator mengelilinginya, dan salah satu di antarnya berhasil mengikat Aurelie.
KENAPA TIDAK SATU PUN ORANG DEWASA DALAM HIDUPNYA SADAR??? AAARGGHHH!!!
Aku tidak mau menyalahkan orang tua Aurelie di sini sebab Aurelie sendiri tidak sekali pun menyalahkan orang tuanya BUT YOU CAN DO ONE THING! ONE THING!!! PROTECT HER!!! AND YOU FAIL!!! Aku sangat gregetan pada fakta bahwa Aurelie mendapatkan segala hal buruk dalam rumahnya sendiri, dikelilingi orang-orang yang seharusnya memantaunya, peduli padanya!
My mom could never HELL I could never membiarkan seorang BAPAK-BAPAK mendekati anakku yang masih ANAK KECIL!!! Boby adalah SETAN kita semua tahu itu ... tapi orang-orang dewasa di sekitarnya juga SEMPAK KUDA membiarkan segala ancaman, manipulasi, perlakuan kasar Boby pada Aurielie, cuma karena alasan "sama-sama mau".
KAGAK ADA ACARA SAMA-SAMA MAU DARI BAPAK-BAPAK 30 TAHUN DENGAN ANAK 15 TAHUN!!!
Di saat seperti ini, dengan bukti sebanyak ini, dengan hati dan otakku yang mau meledak ini, orang-orang masih bisa berkomentar
"Kenapa gak kabur aja?"
"Kenapa mau disuruh kirim ini dan itu?"
"Kenapa gak ngadu?"
"Kenapa gak ngelawan?"
SHE IS A CHILD!!!!! DIA TAKUT, DIA KESEPIAN, DIA MERASA TIDAK SATU PUN ORANG BISA MENOLONGNYA, DIA BERJUANG SENDIRI!!
Aku tidak akan sanggup membaca buku ini dua kali, sebab aku tidak mau merasakan apa yang Aurelie rasakan untuk kedua kalinya. Betapa sendiri dan kesepiannya dia. Adegan saat di pernikahan itu ... Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi Aurelie, dia malah merasa kesepian dan tertekan. OH MY GOD MY SHEYLAAA!!!
Aurelie pantas mendapatkan segala kebahagiaan di dunia. Dia sudah menikah dengan orang yang tepat, dia sudah punya anak, dia sudah aman sekarang. Aku bisa bernapas lega. Ada beberapa orang ... orang dungu kalau boleh dibilang, yang mengatakan kalau Aurielie cuma cari sensasi karena popularitasnya sudah menurun. FUKK YOU!
Ada juga yang bilang, "Kenapa baru sekarang?"
YESS!!! KENAPA BARU SEKARANG, PADAHAL AURELIE DAN KELUARGANYA SUDAH BERUSAHA MEMINTA BANTUAN. COBA TEBAK, TIDAK ADA YANG MEMBANTU MEREKA! Jadi kalau kalian bertanya "Kenapa baru sekarang?" Pertanyaanku juga sama! Coba kita cari jawabannya pada rumput yang bergoyang!
One more thing ... Kak Seto, aku kecewa padamu. Aku pernah mengaggumimu, tapi sekarang aku mulai meragukan banyak hal. Baiklah ... semua sudah selesai, unek-unek sudah keluar, aku bisa move on ke tempat lain.
6. Kastel Terpencil di Dalam Cermin
Penulis : Mizuki Tsujimura
Penerbit : Clover
Tahun terbit : 2022
Tebal : 496 Halaman
Rating : 3,8 (dibuatkan jadi 4 Bintang)
Review full bisa kalian baca di sini : Persahabatan di Antara Ruang dan Waktu (Review : Kastel Terpencil di Dalam Cermin
Karena sudah ada review full aku juga tidak akan membahas banyak tentang novel ini. Cuma ingin memberitahu kalau novel ini mungkin jadi fiksi Jepang pertama yang kubaca, setelah sekian lama cuma bergantung pada western. harus aku akui, aku sangat menikmati novel ini.
Buku Terbaik Bulan Ini!
Setelah perdebatan panjang antara para juri (alias diriku sendiri) akhirnya diputuskan bahwa buku terbaik di bulan Januari adalah ... PEREMPUAN DI TITIK NOL!!!
Buku ini membuat siapa pun yang membacanya tidak nyaman, tapi begitulah kenyataan. Entah bagaimana buku ini malah jadi empowerment bagi para perempuan. Bahwa beginilah keadaan perempuan di titik nol, dan titik itu bisa ada, bahkan terjadi pada seluruh perempuan di dunia.
Nah, berakhir sudah rekap bulan Januari ...untuk bualn Februari aku tidak punya banyak rencana. Sudah ada beberapa TBR yang ingin aku selesaikan, tapi kita semua tahu apa yang terjadi jika Impy sudah membuat rencana. GAGAL, CYN!
Sampai jumpa lain waktu ^o^/



























Mantap, setuju sekali jika dari buku buku ini yang terbaik perempuan di titik nol
ReplyDeleteHuaaa, saya belum baca buku² ini semua. Cuma yang menarik tuh premisnya perempuan di titik nol. Mau baca maju mundur karena banyak TBR yang belum kelar.
ReplyDeleteKeren mbak, tiap bulan ada tema² buat bahan bacaannya. 🥰🥰
Yang beberapa buku saat ini lagi booming sih Broken String. Ini sih sangat perlu adanya support orang tua dan emosi yang sangat berapi api jika membaca ini. Jadi tahu sisi gelapnya seperti apa bukan hanya kesuksesannya aja
ReplyDelete