Posts

AI Membuat Ulang Ceritaku, dan Hasilnya ....

Image
Robot Menguasai Dunia Ah, AI ... kalian membencinya atau mencintainya, yang jelas keberadaan AI adalah bukti kemajuan zaman, serta kecintaan manusia kepada hal-hal instan. Memperjelas posisi manusia sebagai puncak piramida sehingga robot diciptakan untuk mempermudah urusan sehari-hari, terutama di bidang kreatifitas dan ilmu pengetahuan. Di dunia tulis-menulis sendiri, posisi AI jelas menimbulkan pro-kontra. Di satu sisi AI bisa membantu penulis dalam mengembangkan plot, mencari referensi dan inspirasi, membuat prompt, menentukan jadwal, riset, bahkan meningkatkan produktifitas. Namun, di lain sisi AI bisa membunuh kreatifitas, mendangkalkan imajinasi, bahkan beberapa oknum menggunakan AI supaya kuantitas menulisnya bertambah tanpa harus berkerja keras, dan tentu saja tanpa memikirkan kualitas. Aku pribadi tidak pernah menggunakan AI untuk mengembangkan Plot ceritaku, lantaran apa pun yang ditulis AI tidak pernah memuaskan hasratku untuk unsur-unsur sebuah cerita. Entah dari segi penok...

Lupus Menjadi Woke? (Emot Tercengang Ala Yutuber) (Review : Lupus Reborn 5 in 1)

Image
Judul : Lupus Reborn 5 in 1 Penulis : Hilman Hariwijaya Penerbit : Gramedia Pustaka Utama ISBN : 9789792296419 Tebal : 400 Halaman Blurb : "Im, seumpama di tengah jalan begini kita nemu kotoran kebo, mau nggak kalo dibagi dua?” cetus Lupus tiba-tiba. “Enak aja. Nggak mau dong!” “Wah, lo serakah dong kalo gitu. Mau dimakan sendiri!” Boim bengong. Lemot dia! Anak-anak lain terbahak-bahak. Inget Lupus, kan? Cowok SMA Merah Putih yang terkenal cute? Nah, penulis Lupus yaitu Hilman, me-rewrite-nya dalam “penampilan” baru. Di dalam Lupus 5 in 1 ini banyak tingkah gokil Lupus, Boim, Gusur, and the gank yang bikin kalian nyengir-nyengir kuda. Cekidot lah yaw! Lupus 5 in 1: Tangkap Daku Kau Kujitak Cinta Olimpiade Makhluk Manis dalam Bis Tragedi Sinemata Topi-Topi Centil MENGANDUNG SPOILER!!! A. Fenomena Reborn dan Remake Hellow kuucapkan untuk Pembaca Budiman yang berseri-seri ^o^/ Satu dekade belakangan ini, media-media lokal maupun internasional dipenuhi oleh fenomena Reborn dan Remake....

Baik Adalah Benar, tapi Jahat Lebih Menggoda

Image
Sinopsis The Boy (Mengandung SPOILER!) Jadi begini, Pembaca Budiman ... Belum lama ini aku menonton ulang film The Boy 2016, sebab aku berencana ingin menonton film keduanya (Bhrams ; The Boy II). YA, INI BUKAN KONTEN REVIEW, TAPI INI RUMAHKU JADI AKU BEBAS MEMUBLIKASI APA SAJA!!! Ekhem , maaf sudah berteriak, Zeyenk ... hanya saja menonton film tampaknya lebih mudah daripada membaca novel belakangan ini. Aku janji, bulan depan semua akan berubah, kita akan julid, dan review, dan julid, dan memberi tips, dan julid, dan lain sebagainya. NAH!!! The Boy bercerita tentang Greta, seorang wanita tanggung yang jauh-jauh datang dari Amerika ke Inggris demi menjadi pengasuh anak untuk keluarga Heelshire yang kaya raya, sekaligus kabur dari mantan pacarnya yang abusive . Ternyata eh ternyata, anak yang akan Greta asuh hanyalah boneka porselen. Boneka itu bernama Brahms seperti nama anak Tuan dan Nyonya Heelshire yang sudah meninggal di usia delapan akibat kebarakan hebat di mansion  mereka. ...

Cinta Terlarang Antara Aku dan Dia

Image
Cinta Pertama dalam Segala Hal Rasanya aku sudah menyukai dunia perbukuan dan tulis-menulis mungkin semenjak dunia masih berupa gumpalan debu dan gas. Dari masih sangat kecil, yang aku cari pertama kali kalau pergi ke mana pun pasti lemari atau etalase buku. Bertanya apakah si penghuni rumah punya sesuatu untuk kubaca. Ekhem ... yang pakde dan bude-ku berikan malah buku Hidayah dan Majalah Misteri! Tak heran keponakannya jadi awikwok gini! Pernah ada perpustakaan kecil di kota kecilku, sumbangan dari salah satu stasiun TV terkemuka. Di situ ada novel, majalah, komik, bahkan buku mewarnai. Bayangkan betapa bahagianya aku, sampai warga sekampung memutuskan bahwa barang umum = gratis, dan mulai membawa pulang buku-buku tersebut tanpa izin ( bruuh ). Seperti yang selalu terjadi pada fasilitas gratis di negeri tercinta ini, tutuplah perpustakaan, mengurung buku-buku aduhai di dalamnya. Setiap hari aku ke situ menempelkan muka pada jendela, membayangkan diriku di dalam sana menemani buku-b...

Aku Menyerah pada Serial Omen-nya Lexie Xu

Image
Potret kepedihan hati Aku Pamit .... (Dari Seri Omen) Itu benar adanya ... aku, seorang Impy Island yang selalu konsisten ( prett ) serta berpegang teguh ( prett ) kepada motto "Apa yang telah dimulai harus diselesaikan" menyatakan MENYERAH pada serial Omen karangan Lexie Xu. Setelah mereview novel pertamanya yang sudah menunjukkan banyak sekali Red Flag , aku pun membaca novel kedua, lantas ketiga, juga empat. Dari situ aku tersadar, aku tidak menyukai serial ini sama sekali. Hampir semua aspek dari novel ini benar-benar mengganggu (setidaknya buatku pribadi). Di serial lain yang belum terselesaikan, contoh; Miss Paregrine dan Nevermoor, setidaknya ada hal yang aku cintai dalam serial itu, hanya saja aku belum mau melanjutkannya, dikarenakan satu-dua hal (malas). Hal-hal yang aku sukai tersebut misalnya; Di seri Miss Paregrine, pertama itu novel Dark Fantasi, di dalamnya ada gambar-gambar kuno aneh yang memikat, serta selalu ada hal baru diperkenalkan dalam setiap novel. Di ...

Belajar Menggunakan POV1 dari Mbah Rick Riordan (Review Percy Jackson and The Olympians)

Image
Judul : Percy Jackson and The Olympians Penulis : Rick Riordan Tahun Terbit : 2005-2009 Tebal : Rata-rata 300-500 halaman Iya, Guweh Ngalah! Pembaca Budiman ... pernahkah kalian direkomendasikan sebuah novel. Kalian tahu novel itu dicintai hampir semua orang, kalian tahu novel itu mempunyai unsur-unsur yang pasti juga kalian cintai. Pokoknya kalian yakin novel itu bakal luar biasa. Tapi eh tetapi, untuk beberapa alasan (yang brekele) kalian belum juga berminat membacanya. Itulah yang terjadi padaku dengan serial Percy Jackson. Alasan-alasan brekele tersebut mencangkup; Pemakaian sudut pandang orang pertama (POV1), Syndrome Reverse Psychology, alias semakin orang menyuruh baca malah semakin ogah baca, serta hilangnya ketertarikan pribadiku pada segala hal mencangkup Dewa-Dewi dari kepercayaan mana pun. (Aku harus memainkan ulang God of War untuk yang satu ini). Sebenarnya pemakaian POV1-lah alasan paling utama kenapa aku tidak berminat membaca novel ini. Bagaimana ya ... penggunaan POV1...

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Impy Hendak Pensiun dari Serial Bumi!? (Review : Hana Tara Hata)

Gajah Mada? More Like Gajah Duduk! (Review : MADA)

Impy's January Reading Recap

Novel "Pamungkas" Serial Bumi? Affah Iyah? (Review : Aldebaran Bagian 1)

Mengharu Biru Bersama Bestie (Review Antologi Cerpen : Lelakonmu dan Alur Temu)

Buku yang Sempurna ... Kata Orang-orang (Review : Laut Bercerita)