Selena


Judul : Selena

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 9786020639512

Tebal : 368 Halaman

Rating Pribadi : 2,5 atau 3 Stars

Blurb : 

"Selena" dan "Nebula" adalah buku ke-8 dan ke-9 yang menceritakan siapa orangtua Raib dalam serial petualangan dunia paralel. Dua buku ini sebaiknya dibaca berurutan. Kedua buku ini juga bercerita tentang Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan. Tentang persahabatan tiga mahasiswa, yang diam-diam memiliki rencana bertualang ke tempat-tempat jauh.

Tapi petualangan itu berakhir buruk, saat persahabatan mereka diuji dengan rasa suka, egoisme, dan pengkhianatan. Ada banyak karakter baru, tempat-tempat baru, juga sejarah dunia paralel yang diungkap. Di dua buku ini kalian akan berkenalan dengan salah satu karakter paling kuat di dunia paralel sejauh ini. Tapi itu jika kalian bisa menebaknya. Dua buku ini bukan akhir. Justru awal terbukanya kembali portal menuju Klan Aldebaran.
MENGANDUNG SPOILER!!!

A. Kenapa Aku Melakukan Ini?

Judul di atas benar-benar menggambarkan diriku begitu hendak membaca Selena dan Nebula. Why am i doing this? Aku tahu aku kurang menyukai seri ini, aku tahu selalu dibuat kecewa, aku tahu ada saja hal-hal yang akan kukeluhkan, tapi kenapa? Kenapa? Well ... buku ini bisa dibilang seri baru setelah serial Bumi yang ending-nya ... tidak usah disebut lah ya. Makanya aku menaruh secuil harapan, hanya secuil. Lagi pula buku ini adalah spin off, dari namanya sudah jelas kalau sudut pandang akan dilihat dari Miss Selena.

Meskipun, aku akan lebih merasa terhibur jika sampul buku tidak mengandung nuansa serial Bumi. Buat saja sampul dengan tema baru, toh ini sudah ganti cerita seutuhnya. Sudahlah ... Omong-omong, sampul tetap the best, aku tidak pernah dikecewakan dengan sampul serial ini. Ramai, tapi tidak sumpek, dan ada kesederhanaan di dalamnya. Untuk Blurb, ya, aku memiliki asumsi yang mungkin hampir 99% akurat. Entahlah, buku ini sering tiba-tiba memaksakan twist.

Jujur saja sejak awal, buku ini mengandung semua kriteria buku kesukaanku. Sampul menarik, tokoh usia 10-17 tahun, fantasi, dan petualangan. Mungkin itu sebabnya se-tidak suka apa pun aku dengan buku ini, selalu saja akan kubaca demi memuaskan hasrat, (yeng seringnya malah tidak terpuaskan) Omong-omong lagi, aku membaca ini boleh membeli di playstore, karena aku harus cepat-cepat membaca.

B. Ngomongin Anu

How do we start? Awal buku diceritakan secuil kehidupan masa lampau Selena yang bisa dibilang tragis? tapi tidak terlalu juga. Selena tinggal bersama Paman dan Bibi-nya sejak usia 15. Alih-alih disekolahkan, dia malah diperkerjakan di lorong-lorong kereta, di mana KPAKB (Komisi Perindungan Anak Klan Bulan) saat kita membutuhkannya? Harus kuakui, awal buku ini menjanjikan, mengisahkan sisi lain Klan Bulan yang kita tahu selama ini canggih luar binasa. Namun, di sisi lain juga itu membuat kesan Klan Bulannya memudar.

Singkat cerita, (ya tidak singkat juga) masuklah Selena ke Akademi Bayangan Tingkat Tinggi atau ABTT. Akademi terbaik di Klan Bulan, tempat lahirnya orang-orang hebat. Di akademi Selena mempunyai teman Tazk dan Mata. Entah kenapa Tere Liye senang sekali dengan formasi 2 cewek 1 cowok. Mungkin ingin menghindari budaya patriarki dalam buku-bukunya (konspirasi payah macam apa ini!) Anyways ... sekali lagi buku ini menggambarkan "persahabatan" yang snagat kaku.

Maksudku, ayolah! Katanya Selena dan Mata adalah sahabat sejati, tapi tidak pernah ada bonding diantara mereka, selain fakta bahwa mereka sekamar. Percakapan diantara mereka pun tidak jauh dari Pertanyaan dan jawaban. Selena bertanya-Mata menjawab. Mata bertanya-Selena menjawab. Dan itulah alasannya mereka menjadi sahabat sejati? Tidak semudah itu boo-boo ... Mana percakpan antar cewek yang "intim", mana adegan atau obrolan dari hati ke hati? Mata dan Tazk malah jarang sekali bercakap-cakap selain saling ejek atau saling tertawa. Canggung! Sangat! Dan orang-orang selalu berkata kalau mereka adalah "Sahabat yang saling melengkapi ...." Ayolaah!

Namun, dibalik semua itu, aku suka tokoh Selena muda. Dia sangaaat mengingatkanku pada Eliana di Serial Anak-anak Mamak, yang mana Eliana adalah tokoh kesukaanku. Tazk dan Mata juga tokoh yang mudah dicintai, bisa dibilang aku lebih menyukai mereka daripada Trio dari serial Bumi. Bahkan, aku lebih menyukai tokoh-tokoh di sini daripada di serial Bumi. Apa lagi Paman Raf, semoga panjang umur itu Paman.

Kehidupan akademi? Singkat, jelas, dan tidak padat. Sungguh, beberapa adegan dibuat begitu panjang, tapi setelah adegan panjang dan melelahkan itu, alurnya langsung Syuutt maju secepat cahaya, dan membuatnya sama sekali tidak berkesan. Aku merasa buku ini ada terinspirasi dari Harry Potter, tapi bisa di bilang versi yang sangat KW. Karena di Harry Potter konflik mengalir tenang seiring kehidupan sekolah, tidak secepat kilat begini.

Di sisi lain Selena terpaksa mengikuti sisi kegelapan karena hutang budi, dan sedikit ancaman dari tokoh antagonis. Melihat cara dia melakukan semua tugas dari antagonis dengan suka rela membuatku sadar, mungkin sebenarnya Selena adalah Anti-hero. Tidak ikut sisi kejahatan atau kebaikan, yang penting menguntungkan diri sendiri, maka dia ikut. How Rude! Alih-alih penasaran dengan orang tua Raib (yang mana sudah aku tebak sejak awal) aku malah lebih tertarik dengan Selena yang tanpa sengaja menjadi murid si antagonis.

Omong-omong tugas yang diberikan kepada Selena. Dia selalu melakukannya dengan mulus. Entahlah, mungkin karena dia calon pengintai hebat, tapi bukankah para guru lebih hebat? Dan sekolah itu sangat canggih, masa sih murid biasa seperti Selena bisa menerobos, mencuri, mengopi-paste segala data, tanpa ada jejak sama sekali. Ya, aku tahu dia istimewa, tapi, kan ... apakah buku ini tidak mau menambah sedikit konflik, alih-alih adegan bertarung yang super lama?

Sungguh, aku tidak bisa maksimal menikmati buku ini karena hal-hal kecil dalam buku yang begitu janggal, dan membuatku terusik. Aku akan membuat daftarnya, supaya kalian paham. Berikut hal-hal kecil yang mengganggu di buku Selena :
  •  Menggunakan nama tokoh, alih-alih kata ganti ketika dialog langsung atau dialog perintah. "Ayo, Selena, Tazk, Mata!" "Bagaimana menurut kalian, Selena, Tazk, Mata?" "Apa yang harus kita lakukan Selena, Mata?" Maksudku ... kan bisa diganti jadi. "Ayo cepat, Anak-anak!" atau "Bagaimana menurut kalian, Teman-teman?" Lebih Simple, kan? (untung saja tokoh cuma tiga, bayangkan kalau ada sepuluh!)
  • Rambut keriting Selena yang terus-menerus disebut. Maksudku, Heloooww ... dia cuma berambut keriting, bukan berambut ular seperti Medusa! Tidak seaneh itu sampai harus di sebut melulu!
  • Boh ada di sini, Boh ada di sana, Boh ada di mana-mana. Dia selalu ada untuk menjadi bahan olok-olok atau malah tukang olok-olok. Jangan memberi nama anak kalian Boh.
  • Latar waktu yang semakin rancu saja. Terkadang seseorang bisa berumur seribu tahun, lalu ratusan, lalu puluhan, sedangkan sekolah berjalan seperti waktu di bumi. How?
  • (Spoiler Alert) Selena termangu dengan kalimat "mengharukan" dari Mata, karena melihat kedua mata Mata indah sekali. Padahal seharusnya dia merasa BERSALAH!

C. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Selena
  • Sisi lain Klan Bulan yang cukup mengejutkan. 
  • Tanpa sadar beberapa konfliknya cukup menarik, sayangnya tidak dibangun dengan tepat.
  • Tokoh-tokoh yang jauh lebih Lovable daripada serial sebelumnya.
  • Sampul. (Aku harus membuat 4 daftar!)
Kekurangan Selena
  • Sekali lagi, interaksi atau bonding antar tokoh yang canggung, dan kurang terbangun.
  • Latar waktu yang semakin tidak jelas, serta world building yang semakin lemah.
  • Banyaknya Plot Hole serta detail kecil yang mengganggu. (lihat daftar di atas).
  • Aku benci membandingkan buku, tapi buku ini membuatku mau tidak mau membandingkannya karena kemiripan yang cukup kentara.

D. Penutup

Cukup mengejutkan aku bisa menyelesaikan buku ini dalam waktu singkat, karena buku Komet dan Komet Minor harus kuhabiskan selama berbulan-bulan. Jujur saja, banyak halaman aku lewati dan hanya membaca sekilas-sekilas. Bukannya aku malas, hanya saja adegan itu tidak berpengaruh apa pun pada plot, dan aku rasa tanpa membacanya pun aku akan baik-baik saja.

Tere Liye yang terkenal dengan keindahan kata-katanya pun seolah hilang di sini. Tidak ada kutipan yang bisa diambil. Mungkin ada, tapi sedikit sekali, dan itu pun hambar rasanya. Kesan dunia paralel yang juga semakin lemah cukup membuatku terkejut, karena di Bumi, semua terasa begitu nyata, sedangkan di sini aku tak ayal membaca sebuah kisah anak mahasiswa biasa di sekolah biasa dengan tambahan teknologi canggih.

Dengar-dengar, buku ini akan menjadi Naver Ending Story. Aku hanya mau terkekeh di pojok ruangan sambil menunggu, sekaligus menyesali diriku dan sumpahku ketika membaca buku. Aku akan tetap melanjutkan petualangan ini. Namun, aku tidak akan menjadikannya proritas, cukup sebagai selingan, serta menjadi detektif segala kekurangan dalam buku ini. Memeriksa apakah semua sudah diperbaiki. Oh, betapa percaya dirinya hehehe.

Sampai jumpa di Nebula ^O^

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Matahari Minor

Aku Menyerah pada Serial Omen-nya Lexie Xu

Ily

Novel-novel Terkutuk (Mostly Watpat)

Peter Pan

Laut Bercerita

Mbah Rick Riordan Melanggar Semua Pakem dalam menulis POV1 (dan Tetap Bagus)