The Book of Lost Things


Judul : The Book of Lost Things

Penulis : John Connolly

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 9780743298858

Tebal : 339 Halaman

Rating Pribadi : 4 Stars

Blurb :

High in his attic bedroom, twelve-year-old David mourns the death of his mother, with only the books on his shelf for company. But those books have begun to whisper to him in the darkness. Angry and alone, he takes refuge in his imagination and soon finds that reality and fantasy have begun to meld. While his family falls apart around him, David is violently propelled into a world that is a strange reflection of his own -- populated by heroes and monsters and ruled by a faded king who keeps his secrets in a mysterious book, The Book of Lost Things.

Taking readers on a vivid journey through the loss of innocence into adulthood and beyond, New York Times bestselling author John Connolly tells a dark and compelling tale that reminds us of the enduring power of stories in our lives.
MENGANDUNG SPOILER!!!

A. Judulnya Bagus, tapi Sampulnya Jelek!

Hai ... hai ... Impy kembali dengan review buku terjemahan baru. (Sunyaruri pending dulu ya huehehe). Baiklah, mari kita kupas tuntas tampilan fisik buku ini (???). Judul ... aku suka banget judulnya, terutama versi bahasa indonesianya. Kitab Tentang yang Telah Hilang. Bayangkan betapa menariknya itu di mataku! Seperti kebiasaanku belakangan, aku menemukan buku ini di aplikasi Ipusnas, dan sangat berterimakasih karenanya.

Namun, aku sedikit tidak suka dengan sampulnya, kenapa? Ya ... tidak terlalu menarik. Tidak ada ilustrasi tokoh, tidak terlalu enak dipandang, tidak simple juga. Tolonglah ini subjektif sekaleee. Untungnya judul buku ini membantu menggugah rasa penasaranku, ditambah Blurb yang cukup menjanjikan, serta genre fantasi yang tentunya kesukaanku sepanjang masa, dan satu hal lagi, usia tokohnya yang masih imut-imut. (Lama-lama aku beneran kayak pedofil T_T).

Dengan segala pertimbangan itu, maka aku masukanlah The Book of Lost Things ke dalam daftar baca, dan langsung membacanya. Lagi-lagi mengabaikan buku lain yang udah dari dulu ada di daftar baca. Sabarlah buku-buku, cepat atau lambat kalian pasti terbaca juga, maafkan daku yang tidak pernah disiplin.

B. Ngomongin Anu

Buku ini bermula dengan sangat dark. Kematian seorang ibu disaat anaknya masih kecil, kehidupan tanpa sang ibu yang menyakitkan, ayah yang menikah lagi, ayah mempunyai anak dengan ibu baru, ayah dan ibu lebih memperhatikan si anak baru. Meskipun sebenarnya, kita dipaksa beranggapan begitu dengan si tokoh. Kenyataannya, hanya tokoh ini yang tidak pernah bisa mengikhlaskan.

Aku pikir semakin lama buku ini akan menjadi semakin ceria, setidaknya ada secercah cahaya bagi kita untuk bisa bersenang-senang di dalam buku ini. Nyatanya, itu tidak akan kita temukan. Dari mulai kejadian aneh, buku-buku berbisik, portal ke dunia dongeng, kisah-kisah masa kecil yang ternyata jauh lebih kelam dari yang kita duga. Buku ini jelas bukan dimaksudkan untuk menghibur pembaca.

Meskipun sangat dark, buku ini memberi kita banyak pelajaran tentang pengorbanan, kesetiaan, keberanian, ketulusan, tapi yang paling penting adalah mengikhlaskan. Sulit mendeteksi buku ini termasuk fiksi atau non fiksi. Jelas buku ini fantasi, tapi di sisi lain ada twist-twist yang membuat kita merasa bahwa ini sebenarnya kenyataan, kenyataan yang ditutup-tutupi.

Satu hal juga yang perlu diingat, hanya karena buku ini memiliki tokoh anak-anak, bukan berarti buku ini dimaksudkan untuk anak-anak. Kisah yang disampaikan buku ini tentu sangat kelam, membuat depresi, bahkan membuat kita bertanya-tanya mana yang nyata atau bukan. Dark Fantasy ya ... itu lebih menggambarkan dengan jelas isi buku ini.

Alur awal mungkin agak lamban, tapi semakin ke sini kalian tidak akan pernah mau berhenti membuka lembarannya karena sudah terhanyut dalam petualangan. Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana nasib si ini dan si itu? Apa keputusan yang akan dipilih? Wah, pokoknya buku ini menyajikan ketegangan yang anehnya lebih terasa daripada buku fantasy kesukaanku saat ini (yang kupikir nggak akan ada tangdingannya hueheheh).

Ending kisah ini pun sempurna, ini salah satu buku yang termasuk 'tidak akan pernah terlupakan meski sudah tutup buku'. Bahkan aku membutuhkan waktu dua hari untuk bisa move on dari buku ini, karena ending yang terus terngiang di otak. Tidak akan kukasih tahu supaya kalian baca sendiri huahahaha.

C. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan The Book of Lost Things
  • Contoh fantasi gelap yang sesungguhnya, benar-benar tidak ada keceriaan sedikitpun ketika membaca buku ini.
  • Adegan-adegan yang terjadi di dalam buku ini, beberapa mengambil topik sensitif dan tabu di negara kita, tapi tanpa benar-benar menunjukkannya secara gamlang.
  • Perkembangan tokoh, Twist, dan ending yang benar-benar melekat di hati. (Sebenarnya ini karena aku memang suka ending-ending model begitu.).
  • Sisi-sisi lain dari dongeng yang selama ini akrab menemani masa kecil kalian.
  • Beberapa humor yang elegan.
Kekurangan The Book of Lost Things
  • Terkadang penyampaian dalam buku ini bisa menjadi sangat membosankan, terlalu bertele-tele, serta gaya bahasa yang seolah ditulis oleh anak kecil.
  • Adegan-adegan yang terkadang terlalu ekstrim, bahkan utnuk orang dewasa.
  • Tokoh utama (David) yang menurutku terlalu baik. Entahlah, mungkin karena memang kisah ini tentang dirinya, tapi terkadang pilihan-pilihan yang dia ambil membuat aku geraam!

D. Penutup

Satu lagi buku bagus dari Ipusnas. Tidak salah aku mendownload aplikasi ini, walaupun versi web-nya sering membuat kepalaku nyaris meledak! Seperti yang kukatakan sebelumnya. Ini cerita fantasi bertokoh anak-anak. Namun, jangan harap kalian menemukan sesuatu yang indah nan polos khas anak-anak di sini. Sia-sia harapan kalian itu. Baca saja My Little Pony.

Buku ini mengingatkanku pada Alice in Wonderland, secara garis besar tema yang diusung beda tipis. Unsur dongeng yang di-twist pun membuat buku ini semakin terasa istimewa. Tentu saja aku menyarankan buku ini untuk kalian semua. Bacaan bagus, sayang jika tidak ada yang emnikmati. Oh ... buku ini juga terbitan 2006, dan aku baru baca sekarang. Sungguh up to date!!

Mungkin aku akan bikin segmen review buku-buku "tua". Maksudku tua adalah buku-buku terbitan 2000-2010, karena menurutku buku-buku zaman itu sedang mencapai puncak kejayaan. Semuanya bagus, dan berkualitas tanpa embel-embel dibaca 500 juta kali (aduh julid lagi!). Intinya ... mungkin aku akan membuat itu. Sekalian memperkenalkan kepada gen Z buku-buku apa yang Milenial sepertiku baca saat SMP.

Sekian ... sampai jumpa di review selanjutnya ^O^/

Comments

Impy's all-time-fav book montage

The School for Good and Evil
A World Without Princes
The Last Ever After
Quests for Glory
House of Secrets
Battle of the Beasts
Clash of the Worlds
Peter Pan
A Man Called Ove
My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
The Book of Lost Things
The Fairy-Tale Detectives
The Unusual Suspects
The Problem Child
Once Upon a Crime
Tales From the Hood
The Everafter War
The Inside Story
The Council of Mirrors
And Every Morning the Way Home Gets Longer and Longer


Impy Island's favorite books »

Baca Review Lainnya!

Matahari Minor

Naga Hijau (Legenda Ksatria Cahaya #4)

Nasehat Keliru yang Sering Diterima Penulis

Pembukaan Novel yang Harus Dihindari

My Perfect World

Aku Menyerah pada Serial Omen-nya Lexie Xu

Ranking Novel-novel Fredrik Backman